5 Strategi Efektif Mendidik Anak – part 1

narsum menulis

Oleh Anang Prasetyo
(Trainer Parenting & Pengasuh Griya Edukasi Samara 96.20 FM)

Mengingat belum adanya fakultas atau jurusan di perguruan tinggi yg mengajarkan tentang teknik mendidik anak  ditambah dengan adanya beragam ‘kesalahan’ dalam pendidikan anak, maka ijinkan sy berbagi pengalaman dalam mendidik anak. Sharing berbagi pengalaman, sebagai orang tua, yg pernah salah dalam mendidik, membimbing, mebgarahkan dan memperlakukan anak. Dan tanggung jawab dalam memperbaiki kesalahan yg pernah dilakukannya.

Dengan 5 langkah ini sebagai pedoman dan panduan minimal,  setidaknya membantu bapak ibu dalam mendidik dan membimbing anak agar mencapai keutamaan sebagai anak. Kecerdasan fikiran dan tumbuh kembangnya jiwa yg optimal, sehingga secara emosional ananda  tumbuh lebih  baik.

Ada 5 bekal awal yg harus kita orang tua miliki didalam menjalankan misi dalam mendidik dan  mengajari anak :
1. Kenali
2. Maiyahi (bersamai)
3. Komunikasi
4. Motivasi
5. Doa

Mari secara bertahap kita BELAJAR bersama. Mempelajari anak kita sendiri, diri kita sendiri, dimulai dari tahap Kenali.
Betapa kita orang tua banyak yg tidak kenal dg diri kita apalagi anak kita.
Rosululloh bersabda “man arofa nafsahu faqod arofa robbahu” barangsiapa yg mengenali dirinya, maka dia akan mengenali siapa tuhannya”.

Baik, mari kita mulai kenali diri anak kita.

1. Kenali
Secara hakiki mari kita kenali anak kita.
Ketahuilah, bahwasanya anak kita bukanlah milik kita, dia adalah milik Alloh ta’ala yg dititipkan kepada kita.

Sehingga,
Jangan lukai hati dan perasaannya, apalagi fisiknya !
Jangan sampai membuat Alloh tersinggung apalagi marah terhadap perilaku yg kita lakukan terhadap anak.
Ingat, dia bukan milik kita, dia milik Alloh!.

Jangan jangan karena sering kita buly, kita hina, kita bodoh bodohkan, kita lukai hati dan fisiknya, kita rendahkan harga diri dan lemahkan jiwanya,
Membuat Alloh marah, kecewa sehingga Tuhan meminta kembali titipan Nya dan  menarik anak kita ke haribaan Nya yg penuh kelembutan, kasih sayang, puji pujian, sanjungan kemuliaan dan martabat tinggi, penghargaan yg seluas luasnya di hadapan para malaikat malaikat Nya.

Bukankah Alloh sang pemilik anak kita yg sejati , telah berfirman ” laqod kholaqnal insaana fii ahsani taqwiim”
Sungguh aku ciptakan manusia itu sebaik baik ciptaan.

Bukankah anak kita adalah unik ?, satu-satunya di dunia, tidak ada duanya di dunia !, dia ciptaan terhebat. dia yg terbaik,terpandai, dan dia makhluq terpilih untuk menjadi hamba, abdulloh untuk beribadah di dunia, juga menjadi kholifatulloh di bumi ini !,

Kenali, iqro’i, bacalah !
Bukankah dari jutaan atau bahkan milyaran sel sperma  yang ayah pancarkan, hingga berhasil membuahi sel telur ibundanya, semua dengan seijin Tuhannya, Alloh ta’ala.

(Bersambung)

Share Button