Mon. Dec 9th, 2019

Rosulullahpun Menjaga Perut Agar Tidak Kenyang

2 min read

foto:pxhere

SAMARAFM.COM-‘Tidak ada bejana yang yang diisi anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam untuk menegakkan tulang punggungnya. Sepertiga perutnya untuk makanannya, sepertiga untuk minumnya dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (HR At Tirmidzi).

Makan, sesungguhnya jelas tidak sekadar penghalau rasa lapar. Apalagi saat ini. Makan menjadi bagian dari life style dan tujuan kesenangan serta mengandung gengsi. Maka tempat-tempat makan yang ngehitspun tak pernah sepi dari pengunjung. Bahkan, ada yang memesan kursi jauh sebelumnya.

Walau jenis makanan yang dimakan halal adanya, tapi berhati-hatilah ketika batas tidak lagi diindahkan. Allah berfirman, ”Makan dan minumlah, tapi jangan berlebih lebihan. Sesungguhnya Allah tidak senang terhadap orang yang berlebih lebihan.” (QS al-A’raaf [7]: 31).

Dikisahkan Nabi Yahya AS berjumpa iblis yang sedang membawa alat pancing. Bertanya Yahya AS, ”Untuk apa alat pancing itu?” ”Inilah syahwat untuk mengail anak Adam.” ”Adakah padaku yang dapat kau kail?” Iblis menjawab, ”Tidak ada, hanya pernah terjadi pada suatu malam engkau makan agak kenyang hingga kami dapat menggaet engkau sehingga berat untuk mengerjakan shalat.” Yahya AS terkejut. ”Kalau begitu aku tak akan mau kekenyangan lagi seumur hidupku.”

Kekenyangan akan membuat tubuh menjadi malas bergerak. Mengerjakan ibadah jadi berat sehingga mudah bagi iblis membisikkan tipu dayanya. Tanpa kita sadari otak pun menjadi tidur, tubuh jadi gemuk, lemak menumpuk.

Itulah sebabnya, Rasulullah berpesan agar kita makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang. Para sahabat pun mengikuti ajaran itu. Imam Ghazali mengutip ucapan Abu Bakar Shiddiq RA dalam hal ini, ”Sejak aku memeluk Islam, belum pernah aku mengenyangkan perutku karena ingin dapat merasakan manisnya beribadah, dan belum pernah aku kenyang minum karena sangat rindunya aku pada Ilahi.”

Sudah jelas mengapa Alquran dengan lantang membenci tindakan berlebih-lebihan, dalam hal ini banyak makan (kekenyangan). Di samping dari sisi kesehatan akibat banyak makan tentu bisa menimbulkan berbagai penyakit, banyak makan memberatkan pula seseorang untuk beribadah dan lebih celaka lagi, akan mematikan hati nurani.

sumber : republika

Share Button
Total Page Visits: 196 - Today Page Visits: 1
Show Buttons
Hide Buttons